Daftar Masuk
Navigasi Investasi Anda
Search

BNI Beri Penawaran Spesial Imlek 2025 untuk Pengguna Kartu dan Wondr

Rubrik: Makro | Diterbitkan: 29 January 2025 | Penulis: Pramirvan Datu | Editor: Redaksi
BNI Beri Penawaran Spesial Imlek 2025 untuk Pengguna Kartu dan Wondr

KABARBURSA.COM - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menghadirkan beragam penawaran spesial untuk transaksi menggunakan Kartu dan wondr by BNI, dalam rangka menyambut perayaan Imlek 2025.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan pada Rabu di Jakarta bahwa promo bertajuk Create Your Own Luck ini mencakup berbagai aktivitas, dari transaksi makan, belanja e-commerce, bahan makanan, fesyen, gaya hidup, hampers, hingga perjalanan.

"BNI menawarkan banyak promo seiring dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2025 yang jatuh pada 29 Januari," ujar Okki. Seperti dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 29 Januari 2025.

Penawaran untuk pengguna wondr by BNI dapat dinikmati hingga 2 Februari 2025. Salah satu tawaran menarik adalah diskon 8 persen, maksimal Rp25 ribu, untuk pembelian token listrik PLN, pulsa, dan paket data. Tak hanya itu, diskon 8 persen hingga Rp150 ribu juga tersedia untuk pembelian tiket Whoosh dan kereta api. Untuk tiket pesawat, diskon mencapai 8 persen hingga Rp200 ribu.

Selain itu, pengisian TapCash pun mendapatkan diskon 8 persen hingga Rp20 ribu dengan minimal transaksi Rp100 ribu. Untuk nasabah yang ingin berinvestasi, BNI juga memberikan pembebasan biaya transaksi untuk pembelian Reksa Dana melalui wondr by BNI dan BNI Mobile Banking, berlaku hingga 30 Juni 2025.

Bagi pengguna Kartu dan wondr by BNI, potongan hingga Rp500 ribu dapat dinikmati untuk makan di sejumlah restoran. Promo ini berlaku hingga 25 Februari 2025 di tempat-tempat seperti The Leaf, ANGKE, Paradise Dynasty, Gyu-Kaku, dan Din Tai Fung.

Ada pula diskon hingga Rp100 ribu untuk belanja bahan makanan di mitra seperti GrandLucky, Hypermart, Lotte Mart, Kem Chicks, The Food Hall, dan GS The Fresh, yang berlaku hingga 2 Februari 2025.

Promo fesyen dan gaya hidup menawarkan potongan hingga Rp1,888 juta saat berbelanja di az-ko, Informa, SOGO, STAR, Electronic City, dan Rambla, dengan masa berlaku hingga 9 Februari 2025.

Untuk para pelancong, pemegang Kartu Kredit BNI, Kartu Debit, dan Debit BNI Emerald dapat menikmati diskon hingga Rp760 ribu di berbagai platform perjalanan, seperti tiket.com, Traveloka, Garuda Indonesia, agoda, Airpaz, dan Grab, hingga 25 Februari 2025.

Di musim liburan panjang pekan ini, pemilik Kartu Kredit dan Debit BNI berkesempatan mendapatkan potongan hingga Rp388 ribu untuk transaksi di e-commerce seperti Tokopedia, Blibli, Shopee, dan Lazada, berlaku hingga 28 Februari 2025.

Terakhir, promo hampers dengan potongan hingga Rp200 ribu tersedia untuk pembelian di The Harvest, Clairmont, Oma Elly, LAPISLAPIS, Haagen-Dazs, dan TOUS les JOURS, jika bertransaksi menggunakan kartu atau wondr by BNI. Promo ini berlaku hingga 2 Februari 2025.

“Dengan berbagai penawaran ini, BNI berharap dapat menyemarakkan liburan Imlek 2025 dan memberikan kenyamanan bagi nasabah setia kami,” tutup Okki.

Catatan Laba Bersih

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat laba bersih mencapai Rp21,5 triliun pada tahun 2024, meningkat dari Rp20,9 triliun pada tahun sebelumnya.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, pertumbuhan ini didorong oleh transformasi digital yang mempercepat peningkatan tabungan sebesar 11 persen secara tahunan (YoY), dari Rp232 triliun pada 2023 menjadi Rp258 triliun pada 2024.

Royke menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi momentum penting dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

“Pencapaian yang kami raih pada 2024 menjadi momentum penting untuk menghadapi masa depan. Kami optimis bahwa dengan terus berinovasi dan fokus pada kebutuhan nasabah, BNI akan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Royke dalam siaran persnya, Rabu 29 Januari 2025.

Sebagai salah satu pilar utama perbankan nasional, BNI berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Strategi ekspansi bisnisnya selaras dengan program Asta Cita pemerintah, yang mencakup pengembangan infrastruktur, ketahanan energi dan pangan, pemberdayaan UKM, hilirisasi industri, serta program perumahan nasional.

Wakil Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, menjelaskan bahwa inovasi digital berperan besar dalam pertumbuhan bisnis BNI sepanjang 2024. Total Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp805,5 triliun, dengan pertumbuhan nilai tabungan yang hampir dua kali lipat pada semester kedua 2024 setelah peluncuran aplikasi wondr by BNI.

“Fokus pada transformasi digital yang kami lakukan sepanjang 2024 memberikan kontribusi positif terhadap kinerja BNI secara keseluruhan. Kami percaya profitabilitas BNI akan berkelanjutan dengan berfokus pada pendanaan berbiaya murah,” ujar Putrama.

Aplikasi wondr by BNI, yang dirilis pada 5 Juli 2024, telah mencapai 5,3 juta pengguna hingga akhir Desember 2024. Tingkat aktivitas pengguna lebih dari dua kali lipat dibandingkan aplikasi sebelumnya, BNI Mobile Banking. Sepanjang kurang dari enam bulan sejak diluncurkan, transaksi melalui wondr by BNI mencapai Rp191 triliun dengan total 195 juta transaksi.

Transformasi digital ini juga berkontribusi pada peningkatan pendapatan non-bunga (non-interest income) sebesar 11,9 persen YoY, mencapai Rp24,04 triliun.

Selain pertumbuhan segmen ritel, layanan perbankan wholesale melalui BNIdirect juga menunjukkan hasil positif. Fitur terbaru single sign-on memungkinkan nasabah bisnis mengakses berbagai layanan perbankan melalui satu platform terintegrasi.

Pada akhir 2024, nilai transaksi melalui BNIdirect meningkat 23,3 persen YoY menjadi Rp7.931 triliun, dengan jumlah transaksi melonjak 36,5 persen YoY menjadi 1,2 miliar transaksi. Pengguna BNIdirect juga meningkat 15 persen YoY, mencapai 173 ribu pengguna.

Dalam upaya meningkatkan proporsi rekening giro transaksional, BNI berhasil menaikkan rasio Current Account Saving Account (CASA) menjadi 72 persen dari total rekening giro, dibandingkan 66 persen pada 2023.

Transformasi digital juga menyentuh optimalisasi jaringan kantor cabang. Hingga akhir 2024, sebanyak 247 outlet telah mengadopsi format baru berbasis digital untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan produktivitas outlet.

Pemulihan Ekonomi Nasional

Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini, mengungkapkan bahwa kinerja intermediasi BNI tetap tumbuh positif seiring dengan pemulihan ekonomi nasional. Kredit BNI tumbuh 11,6 persen YoY menjadi Rp775,87 triliun dari Rp695,09 triliun pada 2023.

Pertumbuhan kredit ini didorong oleh segmen korporasi yang meningkat 17,6 persen dan segmen konsumer yang tumbuh 14,5 persen. Perusahaan anak BNI juga mencatatkan pertumbuhan kredit signifikan sebesar 79,7 persen YoY dengan profitabilitas yang tetap terjaga.

Ekspansi kredit dilakukan secara hati-hati, terlihat dari penurunan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan atau NPL) menjadi 2 persen, sementara rasio Loan at Risk (LaR) dan Credit Costmasing-masing turun menjadi 10,3 persen dan 1,1 persen.

“Meskipun kualitas aset kami kuat, BNI tetap berhati-hati dan bertumbuh secara konservatif di tengah ketidakpastian global,” ujar Novita.

Dengan pertumbuhan kredit yang sehat dan efisiensi operasional, pendapatan sebelum pencadangan atau Pre-Provisioning Income (PPOP) mencapai Rp34,83 triliun sepanjang 2024.

BNI juga mendapatkan tambahan likuiditas dari Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Bank Indonesia sebesar 2,6 persen pada 2024.

“Insentif KLM tersebut memungkinkan kami untuk tetap mencatat pertumbuhan kredit yang sehat dengan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) di level 96 persen,” jelas Novita.

Dengan pertumbuhan kredit yang seimbang dan DPK yang kuat, BNI mampu menjaga rasio Net Interest Margin (NIM) di level 4,2 persen sepanjang 2024. Selain itu, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income atau NII) terus tumbuh, mencapai Rp40,48 triliun.