Logo

2026 Investasi Lebih Cerdas.
Dengan Data. Bukan Insting.

KabarBursa Investor Pro membantu investor mengambil keputusan berbasis data.

Headline Hari Ini

Infografis

Berita Terbaru

RUPS UVCR Setujui ESOP Rp1,5 Miliar dan Dividen Tunai Rp1 Miliar

UVCR mengalokasikan Rp1,5 miliar untuk ESOP dan MSOP, lebih besar dari dividen Rp1 miliar, usai membukukan laba bersih Rp5,47 miliar pada 2025.

Bos AMMN Serok Saham Bertahap, Harga Langsung Melonjak Delapan Persen

Setelah transaksi tersebut, jumlah kepemilikan saham Aditya di PT Amman Mineral Internasional Tbk meningkat menjadi 73,49 juta saham.

GAPKI: Ekspor CPO Merosot 75 Persen pada Maret 2026

Ekspor sawit Indonesia turun 34,25 persen pada Maret 2026 menjadi 2,16 juta ton, dipicu melemahnya permintaan dari China, India, dan pasar global.

Anak Usaha SOFA Jadi Mitra dalam Konsorsium Proyek PSEL Danantara

Perlu diketahui, Zhejiang Weiming merupakan salah satu perusahaan pengelola PSEL terbesar dan paling berpengalaman di dunia

RUPS KBLF Setujui Dividen Rp936 Miliar, ini Jadwalnya

Kalbe Farma membagikan dividen tunai Rp936,26 miliar atau Rp20 per saham setelah RUPS menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025.

BRI Resmi Mulai Program Desa BRILiaN 2026

BRI gandeng Unsoed dalam peluncurkan Program Desa BRILiaN 2026 untuk memperkuat digitalisasi, inovasi, dan ekonomi berkelanjutan di desa Indonesia.

DAMRI Tambah 10 Bus Baru untuk Jalur 3 Negara ASEAN

DAMRI menambah 10 bus Hino RM 280 ABS untuk memperkuat layanan lintas batas Indonesia-Malaysia-Brunei dan meningkatkan kenyamanan penumpang.

Bank Mandiri Gandeng Indogrosir Luncurkan Kartu Debit Baru

Kolaborasi Bank Mandiri dan Indogrosir menghadirkan kartu debit co-brand untuk memperluas transaksi digital dan inklusi keuangan nasional.

Laba Naik 59 Persen, Merck Bagikan Dividen Rp123,2 Miliar

Merck membagikan dividen Rp275 per saham setelah laba 2025 naik 59 persen menjadi Rp244 miliar, ditopang pertumbuhan bisnis Healthcare.

Perokok Indonesia Tembus 63,1 Juta, Layer Cukai Baru Dikritik

Rencana penambahan layer cukai rokok menuai kritik karena dinilai memicu downtrading, menyulitkan pengawasan, dan menghambat pengendalian konsumsi.